...بسم الله الرحمن الرحيم

Ajaibnya Si Mukmin!

Antara hadis yang patut dihafal oleh setiap yang bergelar mukmin.

Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Kehidupan mukmin itu hanya dua keadaan. Kedua-duanya baik.
Jika diberi nikmat- bersyukur.
Jika diberi musibah- bersabar.

Indahnya menjadi mukmin.

Sekurang-kurangnya ada alasan.


Jika ditanya kenapa kita sibuk mengajak orang lain membuat kebaikan, sibuk mencegah orang lain melakukan keburukan?

Jawapannya ada pada firman Allah ini:

{وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ} [الأعراف : 164]

( 164 )   Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazabkan mereka dengan azab yang amat berat?" Orang-orang (yang memberi nasihat) itu menjawab: "(Nasihat itu ialah) untuk melepaskan diri dari bersalah kepada Tuhan kamu, dan supaya mereka bertaqwa".

2 sebab:

1- Supaya dapat berlepas diri dihadapan Allah kelak.
2- Supaya mereka bertaqwa.

Tak dapat yang kedua, dapat yang pertama jadilah.
Lagi indah dapat kedua-duanya.